TAWANGMANGU – Dalam upaya memperkuat peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai mitra strategis pemerintah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang menggelar kegiatan pelatihan Fundrising bagi Ormas se-Kota Semarang bertajuk “Membangun Kemandirian Organisasi Kemasyarakatan melalui Pemanfaatan Peluang Bisnis di Era Digital dan Ekonomi Kreatif” . Kegiatan yang berlangsung pada 15-16 April 2026 ini diikuti oleh delegasi dari 34 Ormas yang berbeda.
Komunitas Wedangjae sendiri mengutus 2 orang pengurusnya, yaitu Abiyyu Al Ayyubi dan Rizky Naufal. Keduanya dari tim Humas dan Media.

Perjalanan Menuju Lereng Lawu
Rangkaian kegiatan dimulai pada pagi hari dengan titik kumpul di Kantor Badan Kesbangpol Kota Semarang, kawasan Tugu Muda. Rombongan berangkat tepat pukul 08:21 WIB menuju Tawangmangu, Karanganyar setelah diabsen satu persatu oleh Mas Tomo dari Kesbangpol.

Perjalanan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Setelah sempat beristirahat sejenak di rest area pada pukul 09:30 WIB dan menikmati santap siang bersama di tengah perjalanan, rombongan akhirnya tiba di Hotel Grand Bintang, Tawangmangu pada pukul 13:15 WIB. Udara sejuk lereng Gunung Lawu menyambut para peserta, menciptakan suasana yang kondusif untuk menyerap materi pelatihan.
Pembukaan dan Materi Strategis
Acara dibuka secara resmi oleh Anggota DPRD Kota Semarang, H. Sugi Hartono, S.Sos.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan organisasi masyarakat dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di Kota Semarang. Karena itu DPRD mendukung penuh kegiatan Kesbangpol ini agar Ormas menjadi lebih mandiri dan independen tanpa harus bergantung penuh kepada pemerintah dalam hal pendanaan.

Memasuki sesi inti, para peserta dibekali dengan dua materi krusial:
- Strategi Kemandirian Ormas di Era Baru Disampaikan oleh RR. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si., Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM). Beliau memaparkan bagaimana Ormas harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan mulai membangun tata kelola organisasi yang mandiri secara finansial maupun manajerial.

Ibu Natalia - Pemberdayaan Berbasis Komunitas Materi ketiga diisi oleh Mas Aditya, seorang Community Empowerment Specialist. Ia berbagi pengalaman praktis mengenai teknik pemberdayaan anggota agar organisasi memiliki dampak nyata bagi lingkungan sekitar sekaligus berdaya secara ekonomi.

Ruang Diskusi: Merancang Masa Depan Ekonomi Ormas
Setelah sesi materi dan pembagian kamar, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi antar-Ormas pasca-Ishoma. Sesi ini menjadi momen yang paling dinamis, di mana perwakilan dari 34 Ormas saling bertukar ide mengenai program kerja ke depan.
Fokus utama diskusi adalah strategi penggalian dana dan pengembangan ekonomi kreatif di internal organisasi. Masing-masing perwakilan Ormas secara bergantian menjelaskan rencana program mereka, mulai dari pengelolaan UMKM binaan hingga kemitraan strategis dengan pihak swasta.
“Pelatihan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan jembatan bagi kami untuk saling bersinergi. Kami belajar bahwa Ormas tidak boleh hanya bergantung pada bantuan, tetapi harus memiliki ‘mesin ekonomi’ sendiri,” ujar salah satu peserta diskusi.
Melalui kegiatan ini, Badan Kesbangpol Kota Semarang berharap 34 Ormas yang hadir dapat membawa semangat baru ke organisasi masing-masing, mewujudkan ormas yang lebih profesional, mandiri, dan kontributif bagi pembangunan Kota Semarang. (dr)
